Kilas

Namanya Dikritik, Kafe VOC di Belanda Berganti Nama

howdyindonesia.com – Menamai bisnis atau usaha tentu sudah menjadi keharusan sebagai bentuk mengenalkan produk atau jasa kepada khalayak. Tak bisa sembarangan, pemberian nama suatu bisnis harus didasari beragam pertimbangan agar tak menimbulkan masalah di kemudian hari. Seperti halnya yang terjadi di Kota Amsterdam, Belanda berikut ini.

Dilansir dari Het Parool, sebuah kafe di Kota Amsterdam bernama Kafe VOC harus rela mengganti nama usai mendapat banyak kritikan. Seperti diketahui, VOC atau Vereenigde Oostindische Compagnie dikenal sebagai kongsi dagang Hindia Timur Belanda yang didirikan pada awal abad ke-17.

“Kafe ini telah saya kelola sejak tahun 1995. Sejak saat itu tak ada yang pernah merasa keberatan dengan nama kafe, namun dalam beberapa tahun terakhir nama kafe sering mendapat kritikan,” kata pemilik kafe, Sebastian Povse dikutip dari Het Parool.

Penggunaan nama VOC sebagai nama kafe dianggap mengabaikan catatan kelam kongsi dagang yang bangkrut pada awal abad ke-18 itu, seperti halnya perbudakan. Namun, Povse memiliki alasan tersendiri kenapa nama VOC digunakan untuk nama kafe. Povse pun menilai kritikan yang ditujukan tersebut tidak kontekstual.

Pada awalnya, penamaan kafe menjadi kafe VOC didasari oleh peristiwa sejarah yang pernah terjadi di kafe tersebut. Kafe tersebut berada di bangunan bersejarah bekas menara pertahanan yang dibangun sejak tahun 1487. Di sana, pada abad ke-17, seorang penjelajah dunia Henry Hudson melakukan perjalanan atas nama VOC dari tempat tersebut menuju Manhattan, tempat New Amsterdam didirikan. Kini New Amsterdam dikenal sebagai kota New York.

“Bisnis ini dinamai Kafe VOC karena Henry Hudson melakukan perjalanan dari sini ke Manhattan, tempat New Amsterdam didirikan. Perjalanan Hudson sangat awal pada abad ketujuh belas, perbudakan belum ada di sana,” tegas Povse.

Kritikan terhadap nama Kafe VOC ditujukan melalui surat elektronik dan juga media sosial. Tak hanya kritikan, ia juga mendapat sejumlah ancaman yang mengancam kafenya akan dibakar.

“Kritikan terutama dikirim lewat surat elektronik dan juga Facebook. Bahkan ada ancaman untuk membakar kafe ini. Kami cukup kaget,” tambah Povse.

Untuk menghindari terjadinya keributan lebih lanjut, pada akhirnya Povsen memilih untuk mengalah. Nama Kafe VOC pun resmi berubah menjadi Kafe de Schreierstoren pada awal Mei 2019 lalu.

VOC dikenal sebagai perusahaan dagang multinasional pertama di dunia dengan aset yang sangat besar. Tak hanya di Belanda, keberadaan VOC juga banyak tercatat dalam sejarah Indonesia, khususnya dalam sejarah era kolonial. Pundi-pundi kekayaan VOC dikeruk dari Indonesia yang saat itu bernama Hindia Belanda sebagai daerah jajahan. (hi/suf)

foto: Het Parool/Floris Lok
Yusuf Harfi
Media, jurnalistik, dan budaya urban. Temui saya di yusuf@howdyindonesia.com
http://www.howdyindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *