Sains

Mengenal Petrikor, Aroma Khas yang Muncul Saat Hujan

howdyindonesia.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah di Indonesia akan segera memasuki musim penghujan pada pertengahan November 2019. Bahkan, di sejumlah daerah di Pulau Jawa seperti Yogyakarta telah turun hujan dalam intensitas yang ringan pada awal November.

Turunnya hujan di sejumlah wilayah disambut baik oleh banyak orang. Terlebih, dalam beberapa waktu belakangan, banyak daerah di Indonesia dilanda cuaca panas yang cukup ekstrem. Petrikor, istilah yang jarang terdengar selama musim panas pun banyak diucapkan ketika memasuki musim hujan.

Petrikor atau petrichor dalam Bahasa Inggris merupakan istilah yang menjelaskan tentang aroma khas yang muncul ketika hujan turun di tanah yang kering. Dilansir dari Live Science, istilah petrikor pertama kali diperkenalkan oleh dua ilmuan bernama Isabel Joy Bear dan Roderick G. Thomas pada 1964. Kata petrikor berasal dari dua kata Bahasa Yunani yakni ‘petra’ yang berarti batu, dan ‘ichor‘, cairan yang mengalir di pembuluh darah para dewa dalam mitologi Yunani. 

Dalam artikelnya , mereka menjelaskan bahwa bau khas tersebut berasal dari proses reaksi kimia. Sejumlah tanaman mengeluarkan cairan minyak selama musim kering. Ketika hujan, minyak tersebut dilepaskan ke udara. Zat tersebut kemudian bereaksi dengan bahan kimia yang diproduksi oleh bakteri penghuni tanah yang diknal dengan sebutan actinomycetes. Senyawa kimia tersebut menghasilkan aroma khas yang banyak disukai ketika hujan menyentuh tanah. (hi/suf)

foto: Pixabay/Firelong

Yusuf Harfi
Media, jurnalistik, dan budaya urban. Temui saya di media sosial @yusufharfi
http://www.howdyindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *