Destinasi

Keliling Surakarta bersama Werkudara

howdyindonesia.com – Keberadaan bus tingkat atau double decker tidak banyak di Indonesia. Kini, hanya ada beberapa kota di Indonesia yang mengoperasikan bus model ini. Tujuan pengoperasiannya berbeda-beda, ada yang dioperasikan untuk bus komersial hingga untuk keperluan wisata.

Salah satunya di Kota Surakarta, Jawa Tengah. Kami berkesempatan kembali mengunjungi Surakarta, atau yang biasa orang sebut Solo sengaja untuk mencoba salah satu bus double decker yang ada di Indonesia.

Bus ini diberi nama Werkudara. Katanya terinspirasi dengan nama tokoh wayang dengan nama yang sama. Tokoh Werkudara dan badan bus yang bertubuh besar menjadi persamaan antara keduanya.

Bus yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Surakarta ini diperuntukkan untuk bus wisata. Pertama kali dioperasikan pada 2011 lalu, bus Werkudara mengantar wisatawan mengelilingi Kota Surakarta dengan sensasi yang berbeda, dari atas bus setinggi 4,5 meter.

Werkudara adalah bus tingkat pertama di Indonesia yang digunakan untuk keperluan wisata. Tak heran, jika beberapa kota lain mengikuti langkah Surakarta menawarkan wisata keliling kota dengan bus tingkat. Bus yang diproduksi dalam negeri itu berkapasitas 54 tempat duduk dengan rincian 24 tempat duduk di atas dan 30 tempat duduk di bawah.

Bagaimana naiknya?

Werdukara tidak setiap hari dioperasikan. Jadwal operasi Werkudara adalah akhir pekan yakni Sabtu-Minggu dan juga hari libur nasional. Jadwal keberangkatan sebanyak tiga kali dalam sehari. Kamu bisa memilih waktu pagi (pukul 9), siang (pukul 12), atau sore (pukul 15).

Buat kamu yang sudah menentukan jadwal keberangkatan, tiket dapat dibeli di Dinas Perhubungan Kota Surakarta. Pembelian hanya dilayani langsung. Agar tidak kehabisan, membeli tiket sebelum hari H adalah solusi yang bagus. Sebab, kuota Werkudara hampir selalu penuh. Tiketnya cukup terjangkau, yakni Rp 20 ribu per orang.

Titik awal perjalanan wisata Werkudara dimulai dari Dinas Perhubungan Kota Surakarta melewati sejumlah jalan utama kota Surakarta. Seorang tour guide akan memandu wisatawan selama perjalanan yang berdurasi kurang lebih dua jam.

Berikut rute awal Werkudara :

Dinas Perhubungan Surakarta – Jl Adi Sucipto – Perempatan Manahan (tugu wisnu) – Jl Ahmad Yani – Kerten – Jl Slamet Riyadi – Gendengan – Ngapeman – Pasar Pon – Gladag – Jl Jenderal Sudirman – Jl Urip Sumoharjo – Jl Kol. Sutarto – Jl Ir Sutami – Jurug (Kebun Bintang Taman Jurug)

Buat kamu yang tidak kebagian tempat duduk di atas jangan khawatir.
Sesampai di Jurug, sembari beristirahat, tempat duduk penumpang di atas dan bawah akan ditukar.

Kurang lebih setelah 15 menit, perjalanan kembali dilanjutkan. Perjalanan menuju kembali ke kantor Dishub, namun dengan melewati rute yang berbeda.

Berikut rute balik Werkudara:

Jurug (Kebun Bintang Taman Jurug) – Jl Ir Sutami – Jl Kol. Sutarto – Jl Urip Sumoharjo – Jl Jend. Sudirman – Gladag – PGS – Sangkrah – Jl Kapten Mulyadi – Baturono –  Jl Veteran – Tipes – Jl Bayangkara – Baron – Jl Dr Rajiman – Jl Perintis Kemerdekaan – Purwosari – Jl Slamet Riyadi – Kerten – Jl Ahmad Yani – Dinas Perhubungan Manahan.

Tertarik mencoba? Untuk informasi lebih lanjut tentang bus wisata werkudara, kamu bisa cari tahu langsung ke kantor Dinas Perhubungan Kota Surakarta, di Jl. Menteri Supeno Nomor 7 Manahan. Atau hubungi narahubung Indri (085642005156)/ Sandi (085229790462). Selamat mencoba ya!(hi/suf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *