Destinasi

Pesan Damai dari Istiqlal

howdyindonesia.com – Tahun 1950-an merupakan era di mana Presiden Republik Indonesia pertama, Soekarno tengah gencar-gencarnya membangun Jakarta sebagai ibu kota negara.

Menurut catatan dalam buku ‘Jakarta 1950-1970’ karya Firman Lubis, Masjid Istiqlal menjadi salah satu bangunan monumental Jakarta yang diinisiasi oleh Soekarno pada masa Orde Lama. Pembangunan masjid telah direncanakan sejak pertengahan 1950-an.

Area masjid dibangun di bekas tanah lapang yang pada masa kolonial dikenal sebagai Citadel Prins Frederick yang letaknya tepat berseberangan dengan Gereja Katolik Katedral. Citadel Prins Frederick merupakan bangunan benteng kolonial yang kemudian dihancurkan untuk dibangun Masjid Istiqlal.

Pendirian masjid yang berdampingan dengan gereja merupakan kesengajaan Soekarno yang memiliki pesan yang dalam. Ia ingin memperlihatkan adanya kerukunan beragama di Indonesia.

“Bung Karno memang senang dengan simbolisasi-simbolisasi seperti ini,” tulis Firman Lubis.

Pembangunan Masjid Istiqlal baru terlaksana pada tahun 1960-an dan diresmikan pada era Orde Baru. Frederick Silaban, seorang arsitek Kristen ditunjuk menjadi perancang bangunan Istiqlal. Silaban memang dikenal memiliki hubungan yang dekat dengan Bung Karno. Sejumlah bangunan monumental lain seperti Hotel Banteng (sekarang Hotel Borobudur), Gedung Bank Indonesia, dan Gedung Proklamasi merupakan karya Silaban.

Hingga kini, Masjid Istiqlal menjadi salah satu masjid paling ikonik di Indonesia. Masjid Istiqlal menjadi masjid terbesar di kawasan Asia Tenggara yang mampu menampung sekitar 120 ribu jemaah. (suf)

Yusuf Harfi
Media, jurnalistik, dan budaya urban. Temui saya di media sosial @yusufharfi
http://www.howdyindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *